Tampilkan postingan dengan label Pengembangan Diri. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pengembangan Diri. Tampilkan semua postingan

Jumat, 10 Juni 2011

10 Orang Terkaya di Dunia dan Kebiasaan Suksesnya

Sudah banyak pembahasan tentang kisah hidup dan kunci sukses orang-orang terkaya dunia. Salah satunya adalah faktor kebiasaan positif yang mereka lakukan. Kami mengambil beberapa kebiasaan yang patut kita teladani untuk mencapai sukses luar biasa! Apa saja kebiasaan sukses mereka?
1. William Gates III / Bill Gates – (Pendiri Microsoft)
Bill Gates
Kebiasaan: Membaca
“Saya punya banyak impian ketika masih kecil, dan saya kira semua itu tumbuh dari kenyataan bahwa saya punya banyak kesempatan untuk membaca.”
2. Warren Buffett (Pengusaha yang sukses dari pasar modal)

Kebiasaan: Investasi saham jangka panjang.
“Saya tak pernah mencoba cari uang di pasar modal. Yang saya lakukan adalah saya membeli saham dengan asumsi bahwa saham-saham itu akan ditutup hari esok dan tak pernah dibuka lagi untuk lima tahun ke depan.”
3. Carlos Slim Helu (Konglomerat Terkaya di Amerika Latin)

Kebiasaan: Dermawan
“Selalu saya katakan bahwa makin baik kita, makin tinggi tanggung jawab kita untuk membantu orang lain. Sama halnya dengan pentingnya menjalankan perusahaan dengan selalu membuka mata untuk melihat kalangan bawah. Saya kira kita harus menggunakan pengalaman kewirausahaan kita untuk menjadikan perusahaan kita lebih dermawan.”
4. Lawrence Ellison (Pendiri Oracle, perusahaan software)

Kebiasaan: Menekuni hobi
“Saya tertarik pada matematika dan sains karena saya bagus di situ. Saya kita orang cenderung senang mengerjakan sesuatu kalau ia hebat di bidangnya dan tak suka mengerjakan sesuatu karena ia kurang ahli di bidang itu.”
5. Ingvar Kamprad (Pendiri IKEA, perusahaan ritel kebutuhan rumah tangga)

Kebiasaan: Mencoba dan tak takut gagal
“Hanya orang yang sedang tidur yang tak membuat kesalahan.”
6. Karl Albrecht (Pengusaha Jerman pemilik jaringan supermarket Aldi)

Kebiasaan: Membuat rencana yang detail sebelum negosiasi.
“Mulailah dengan sesuatu yang ideal dan akhiri dengan kesepakatan!”
7. Mukesh Ambani (Konglomerat India)

Kebiasaan: Selalu melangkah untuk pertumbuhan bisnis.
“Saya kira prinsip dasar kami adalah: pertumbuhan (usaha) adalah jalan untuk hidup; karena itu kami harus tumbuh sepanjang waktu.”
8. Lakshmi Mittal (Pemilik Mittal Steel Company, India)

Kebiasaan: Bekerja keras.
“Sekarang ini semua orang bekerja keras, sehingga kita harus meyakinkan diri kita bahwa kita bekerja lebih keras dari mereka dan mendedikasikan semuanya untuk mencapai tujuan yang kita kejar.”
9. Amancio Ortega (Fashion designer Spanyol, orang terkaya di Spanyol)

Kebiasaan : Perhatian
(Karena) sejak kecil bekerja sebagai pengantar pakaian dari tukang jahit, dia tahu bahwa memperhatikan pelanggan itu penting.
10. Bernard Arnault (Konglomerat Perancis, pemegang merk Louis Vuitton, Dior, dan Fendi)

Kebiasaan: Sabar
“Dalam berbisnis kita harus belajar sabar. Yang paling penting adalah kita harus sabar menunggu sesuatu dan mendapatkannya tepat pada waktunya.”
Sumber : andriewongso.com

Selasa, 07 Juni 2011

Tidak Ada Yang Tidak Mungkin

Perkembangan pesat di berbagai sendi kehidupan melahirkan profesi-profesi baru dan unik yang mungkin tak terbayang sebelumnya. Profesi konvesional pun tetap dibutuhkan, dengan catatan: teruslah diasah agar tetap berdaya saing tinggi. Sesuatu yang menurut kebanyakan orang tidak mungkin untuk dicapai, ternyata bisa dicapai dengan hasil luar biasa. Maka benarlah pernyataan Tak ada yang tidak mungkin di dunia ini.

Eko Supriyanto, penari asal Indonesia, berhasil terpilih menjadi bagian dari konser Downed World Madonna yang digelar sepanjang tahun 2001. Eko, bersama 12 penari lainnya, meyisihkan lebih dari 6 ribu penari berbakat dari seluruh dunia lewat suatu audisi yang diselenggarakan di Los Angeles. “Saya memilih tarian tradisional karena tidak mungkin menari hip hop, modern dance. Di Amerika Serikat sudah banyak expert di situ,” kata Eko, yang tiap hari berlatih tari selama 10 jam. “Sense of identity itu sangat penting. Percuma bisa nari kalau tidak punya identitas,” ungkap Eko, lulusan Sekolah Tinggi Seni Indonesia (sekarang ISI) Surakarta dan penerima beasiswa Fullbright untuk meneruskan jenjang Ph.D di University of California Los Angeles.
Memang, identitas pada masa awal kesenimanan Eko adalah tari tradisional Jawa dan pencak silat. Rupanya, elaborasi gerak-gerak dasar dari dua kesenian itulah yang memikat hati Madonna saat seleksi akhir (special tee). Setelah mengikuti latihan bersama awak Madonna’s Company, Eko pun melanglang buana, menaklukkan kota besar di berbagai penjuru AS dan Eropa selama 9 bulan dengan total 268 pertunjukan. Sesudah itu, jalan sukses terbentang luas, luas sekali, buat Eko. Kini, ia menjadi sosok yang sangat dihormati di panggung paling prestisius di dunia, mulai dari Broadway dan Lincoln Center di New York, hingga gedung opera di Wina, London dan Paris. Sekarang, sekali tampil kalau sendiri, bayarannya bisa mencapai puluhan juta rupiah.
Eko hanya salah satu contoh betapa sebuah profesi, apa pun itu, kalau ditekuni secara all out, bisa mendatangkan bukan saja nama besar (bahkan kebanggaan bangsa), tetapi juga penghasilan yang sangat layak bagi pelakunya. Plus, tentu saja, memberi mata pencarian bagi banyak orang yang terlibat di dalamnya. Banyak profesi yang dulu tak pernah terbayangkan, kini dihargai secara istimewa oleh para pengguna jasa dan masyarakat. Ada keluarga Mahardi Paramita yang menekuni profesi sebagai gemolog (ahli berlian dan batu-batuan), keahlian yang sangat spesifik dan langka sehingga diperebutkan. Ada Farah Quinn, celebrity chef yang piawai memadukan seni memasak dan entertainment. Ada Jim Geofadi, si hacker jago. Dan masih banyak lagi.
Siapa pun tahu, tidaklah mudah meng-copy paste keahlian dan kisah sukses mereka. Bahkan, rasanya tidak mungkin. Sebab, selain bidangnya sangat spesifik, sukses yang mereka raih sekarang hanyalah ujung dari perjalanan panjang hidup mereka. Yang bisa kita pelajari adalah semangat dan passion mereka atas pilihan profesi yang mereka yakini mampu memberikan masa depan yang menjanjikan, baik untuk pengembangan diri maupun sebagai sumber penghasilan.
Menengok ke belakang perjalanan hidup mereka, sejatinya ada semacam benang merah yang menyatukan ciri-ciri mereka. Yakni, rata-rata profesi dan keahlian “unik” itu mereka rintis dan tekuni sejak masih sangat belia. Ketika itu, rata-rata mereka umumnya tak pernah membayangkan bakal mendapatkan uang berlimpah dari bidang yang mereka geluti itu. Sebagian besar mereka malah cenderung memandangnya sebagai suatu kesenangan atau keasyikan yang membetot seluruh perhatian, waktu, dan hidupnya. Akan tetapi, ketika peluang yang menuntut keahlian khusus itu muncul, merekalah orang yang paling siap menyambarnya.
Fenomena di atas seyogyanya menyadarkan para orang tua, yang di zaman mana pun, cenderung memaksakan kehendak agar putra-putri mereka memilih jalur yang aman dalam memilih profesi, misalnya sebagai akuntan, ahli hukum, insinyur teknik, dokter, dan sejenisnya. Padahal, sejarah industri dan bisnis telah banyak bertutur, orang-orang dengan gagasan dan profesi uniklah yang mampu menciptakan pasar (market creator), bukan sekadar menjadi barisan pengisi lowongan kerja.
Tentu saja, bukan berarti profesi konvensional tidak penting. Namun, seiring tuntutan zaman, keahlian dan diferensiasi mereka yang menekuni profesi konvensional ini perlu terus dipertajam, agar berdaya saing tinggi. Itulah mengapa di bidang kedokteran, misalnya, bukan hanya dibutuhkan dokter spesialis, melainkan superspesialis. Di bidang hukum, bukan sekadar ahli hukum perusahaan, melainkan lebih spesifik lagi, katakanlah hukum kepailitan.
Sungguh mulia, jika dengan semangat dan passion yang sama, para orang tua zaman kini terus memperluas horison berpikirnya sehingga membuka peluang – bahkan menyuburkan – tumbuhnya kreativitas generasi penerus. Hanya dengan cara itu, kita masih punya harapan pada masa depan bangsa ini.(Galeriukm).
Sumber:
http://swa.co.id/2010/07/nothing-impossible/

Sabtu, 04 Juni 2011

Proposal Hidup (Tamat)


Saya berharap Anda sudah menuliskan langkah ke satu, kedua dan ketiga (baca: Proposal Hidup 1, 2, 3). Sesungguhnya bangunan yang besar itu tersusun dari bahan-bahan yang kecil dan saling menguatkan. Impian besar Anda tak mungkin terwujud bila Anda mengabaikan hal-hal kecil dalam hidup Anda. Hal-hal kecil itu bisa dilakuan mulai sekarang.
Agar mimpi Anda kelak memiliki pondasi yang kokoh maka langkah keempat dalam membuat Proposal Hidup adalah: Sempurnakan Hidup Anda mulai sekarang.  Apa yang perlu disempurnakan? Pikiran dan hati Anda yang tercermin dalam sikap dan perilaku.
Untuk melakukannya, Anda perlu membuat 4 kolom:
  • Kolom pertama, tuliskan sikap dan perilaku negatif yang akan Anda buang.
  • Kolom kedua, tuliskan sikap dan perilaku yang akan Anda kurangi.
  • Kolom ketiga, tuliskan Sikap dan perilaku yang akan Anda tingkatkan.
  • Kolom keempat, tuliskan sikap dan perilaku positif baru yang akan Anda lakukan.
Apabila Anda bingung mengisi kolom tersebut, tanyakan kepada orang-orang terdekat Anda. Mintalah mereka memberi masukan tentang diri Anda sesuai dengan kolom yang sudah Anda buat.
Langkah kesatu sampai keempat itu tentang diri Anda. Impian besar Anda akan semakin cepat tercapai bila Anda mendapat dukungan dari lingkungan Anda. Maka langkah kelima dalam membuat Proposal Hidup adalah: Sempurnakan Lingkungan Anda.
Anda ingin menjadi pengusaha? Masuklah dalam komunitas pengusaha. Misalnya Komunitas Tangan Di Atas (TDA). Anda ingin menjadi “bintang” bergaulah dengan orang yang bermental bintang.  Anda ingin jadi trainer? Anda bisa join dengan Indonesia Inspiring Movement (I2Move).
Tuliskanlah kelima langkah tersebut. Renungkan.  Baca lagi dan sempurnakanlah. Bila sudah yakin, sampaikanlah kepada orang-orang yang Anda percaya. Setelah Anda mendapat feed back dari mereka, sempurnakanlah kembali Proposal Hidup itu. Sudah Yakin? Bila sudah, berdoalah setiap saat agar Proposal Hidup Anda mewujud.
Ayo buat dan realisasikan Proposal Hidup Anda. Bila tidak, hidup Anda sebenarnya sedang menjalankan Proposal Hidup orang lain.
Salam SuksesMulia!

http://www.jamilazzaini.com/proposal-hidup-1/

Proposal Hidup (3)

Setelah membaca Proposal Hidup (1) dan Proposal Hidup (2) saya berharap Anda sudah menemukan kekuatan dan kelebihan Anda. Selain itu, saya harap Anda juga sudah menemukan apa prestasi terbaik yang akan Anda torehkan dimuka bumi. Jangan lupa, tentukan pula target tahunan Anda. Bila perlu tuliskan di halaman web saya ini..
Sekarang saatnya menuju langkah ketiga dalam membuat Proposal Hidup: Tentukanlah expertise apa yang ingin Anda kuasai.  Expert adalah orang yang paling ahli di bidangnya. Contohnya, kalau saya sebut siapa ahli pesawat? Habibie pasti salah satu nama yang disebut. Kalau saya sebut basket? Pasti nama Michael Jordan juga muncul. Mengapa? Karena, mereka adalah ahli di bidangnya masing-masing.
Bagaimana caranya menjadi seorang expert? Awali dengan menemukan keahlian dengan mengajukan pertanyaan: “Untuk  mewujudkan impian saya, keahlian apa yang harus saya kuasai? Apakah dengan keahlian itu, saya sangat yakin impian saya dapat tercapai?”
Atau dengan cara menuliskan pekerjaan atau aktivitas yang Anda cintai. Tulis pula pekerjaan atau aktifitas yang benar-benar ingin Anda kuasai. Lalu, temukanlah pekerjaan atau aktivitas yang Anda cintai sekaligus Anda ingin kuasai.
Mulai hari ini, fokuslah pada hal itu dan jadikan mengasah expertise yang sudah dipilih menjadi prioritas dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Agar mempunyai dorongan yang kuat untuk terus berlatih meningkatkan expertise, pastikan expertise Anda menghasilkan sesuatu dan memberi manfaat kepada banyak orang. Selain terus berlatih, Anda juga harus mencari komunitas yang mendukung peningkatan expertise Anda.
Setiap hari saya melatih kemampuan saya memberikan training melalui berbagai metode khususnya story telling. Mengapa? Karena memang saya ingin menjadi trainer yang sangat ahli di bidang itu.
Selain itu, saya juga ingin ahli dalam melahirkan orang-orang berbakat. Saya mendirikan Indonesia Inspiring Movement sebagai suatu wadah melahirkan trainer-trainer berkelas. Saya jadikan kegiatan ini sebagai prioritas dalam aktifitas sehari-hari.
Saya juga mendirikan Pesantren Wirausaha sebagai upaya melahirkan para wirausaha muda di Indonesia. Sejak tahun 2000, program ini sudah saya jalankan. Semua aktivitas itu mengarah pada satu keahlian bagi saya, yaitu Inspirator SuksesMulia. Apa maknanya? menginspirasi jutaan orang melalui training dan kaderisasi untuk mewujudkan kehidupan terbaik: SuksesMulia.
Nah pertanyaanya sekarang, Anda ingin ahli dalam bidang apa? Atau dengan kata lain, Anda ingin dikenal sebagai ahli apa? Ayo, tuliskanlah segera.
Salam SuksesMulia!

http://www.jamilazzaini.com/proposal-hidup-1/

Jumat, 03 Juni 2011

Proposal Hidup #2

Apakah Anda sudah menemukan apa kekuatan atau kelemahan Anda? Apakah Anda juga sudah menuliskan prestasi terbaik yang akan Anda capai selama hidup di dunia? Jika sudah, selamat Anda telah menemukannya dan jangan lupa tuliskanlah (baca Proposal Hidup 1). Bila belum menemukan, berhentilah sejenak dan jangan sepelekan hal ini.
Sekarang mari kita lanjutkan untuk membuat Proposal Hidup. Pada langkah kedua, Anda harus menuliskan prestasi terbaik yang akan Anda raih selama hidup. Itu adalah capaian jangka panjang. Sekarang buatlah target tahunan, apa yang akan Anda capai pada tahun ini?
Untuk memudahkan rincilah target tahunan Anda. Di dalam Proposal Hidup saya, tahun 2011 targetnya saya rinci berdasarkan: perusahaan, spiritual, media, pemberdayaan dan keluarga. Untuk perusahaan targetnya ada yang keuntungannya meningkat dua kali hingga sepuluh kali.
Sementara dalam aspek spiritual saya ingin sholat dhuha setiap hari, sholat tahajud setidaknya 80 persen (300 hari) dalam setahun. Selain itu sebelum tidur saya selalu bersyukur atas semua nikmat dan karunia hari itu.
Sedangkan di aspek media, target 2011 dalam Proposal Hidup yang saya tulis awal tahun itu saya tuliskan: follower twitter saya mencapai 15 ribu orang. Ketika itu follower saya baru 2512. Target 15 ribu follower menurut saya sangat menantang. Dan, alhamdulillah, target itu telah tercapai Mei 2011.
Selain twitter untuk media target saya tahun 2011 adalah menulis untuk Website JA (www.JamilAzzaini.com setiap hari (Senin-Jumat) minimal satu tulisan. Dan Alhamdulillah sampai saat ini target itu tercapai sehingga Anda bisa menikmati tulisan saya setiap hari di web ini.
Nah sekarang tuliskan target Anda dalam satu tahun. Sekali lagi rincilah sesuai dengan kebutuhan Anda.  Bisa dikelompokkan ke dalam spiritual, financial, kesehatan, hubungan sosial kemasyarakatan, bisnis, karir dan lain sebagainya. Semua pilihan terserah Anda.
Ayo berhentilah sejenak, tuliskanlah target Anda tahun ini. Rasakanlah, hidup Anda akan lebih bergairah dan penuh warna. Selamat mencoba.
Terus kunjungi website ini agar Anda mendapatkan langkah ketiga, keempat dan kelima dalam membuat Proposal Hidup. Jangan lupa tulisan ini dishare juga ya. he..he..he..
Salam SuksesMulia!

http://www.jamilazzaini.com/proposal-hidup-1/

Proposal Hidup #1

Saya punya kebiasaan sejak kecil yang berdampak besar dalam kehidupan saya, yaitu membuat Proposal Hidup.  Dari semua yang saya tulis di Proposal Hidup hampir semua mewujud dalam kenyataan. Pada awalnya ada orang yang meremehkan dan menghina  apa yang saya tulis, tapi saya jawab dengan membuktikannya.

Dari keluarga yang sangat miskin di Lampung, saya bisa mewujudkan mimpi untuk menjadi Insinyur Pertanian dan dosen. Bahkan yang terjadi saat ini, melebihi impian saya sewaktu kecil. Bukan hanya Insinyur Pertanian, saya juga melanjutkan kuliah di Pascasarjana IPB (lulus 2003).  Saat ini saya juga Inspirator SuksesMulia, penulis buku best seller, pengusaha, pengkader wirausaha dan pengkader trainer,  serta penggagas Gerakan SuksesMulia.

Saat inipun saya sedang menjalankan Proposal Hidup yang saya tulis sejak 2004.  Proposal hidup itu telah mengalami beberapa kali revisi yakni pada tahun 2006, 2007 dan 2011.  Semua gerak langkah saya saat ini dalam rangka pencapaian Proposal Hidup yang sudah saya ajukan kepada Allah, Sang Maha Kuasa di Tanah Suci. Hasilnya, semua yang saya ajukan kepada Yang Maha Mendengar ketika saya umroh dan haji (2004, 2006 dan 2007) semuanya terwujud sesuai dengan waktunya, alhamdulillah.
Bagaimana saya membuat Proposal Hidup?
Langkah pertama, saya mencari tahu dan kemudian menuliskan semua kelebihan dan kekuatan yang ada pada diri saya. Beberapa diantaranya kekuatan saya yang jarang dimiliki orang lain adalah pengalaman perjuangan hidup yang saya alami, dimana sejak SMP saya sudah mencari biaya sendiri.  Selain itu, saya juga punya kelebihan dalam hal “story telling”, kemampuan memberdayakan orang-orang tertindas, kemampuan mengkader dan lain sebagainya.
Ternyata dengan menuliskan hal itu, saya semakin bersyukur kepada-Nya.  Saya akhirnya tahu bahwa dengan bersyukur ternyata hidup semakin bahagia.  Sayapun semakin takut membuang waktu percuma, enggan melakukan hal-hal yang tidak memberi manfaat untuk diri dan kebanyakan orang. Dampak lainnya, saya jarang mengeluh dan berpikir negatif.

Nah, sekarang saatnya Anda merenungkan apa kelebihan dan kekuatan Anda yang jarang dimiliki oleh orang lain? Renungkan.  Bila sudah ketemu, ayo segera tulis. Jangan hanya ada di pikiran.. [Eh… bandel ya, ayo tulis kelebihan dan kekuatan Anda sekarang juga].
Bila Anda belum bisa menemukan, waspadalah Anda akan sering kalah bersaing dengan yang lain yang tahu kekuatannya dan memanfaatkan kekuatannya. Jadi segera temukan dan tuliskan, jangan sepelekan hal ini.
Langkah kedua, temukan dan tuliskan prestasi terbaik yang akan Anda capai selama Anda hidup di dunia.  Dengan prestasi ini, orang tua Anda bangga. Pasangan hidup Andapun tidak menyesal mendampingi Anda. Putra-putri Anda penuh percaya diri punya orang tua seperti Anda. Nama Andapun dikenal oleh generasi-generasi setelahnya.  Yang lebih penting lagi, dengan prestasi itu Anda pantas meminta Surga dari-Nya.
Sebagai contoh… Prestasi terbaik saya adalah ingin menginspirasi lima juta orang dan satu juta diantaranya terangkat harkat dan martabatnya.
Apapun yang saya lakukan saat ini dalam rangka mewujudkan impian itu.  Saya menjadi inspirator, menulis buku, mengkader wirausaha, mengkader trainer, membangun perusahaan bahkan menghidupkan Website JA (JamilAzzaini.com) adalah dalam rangka impian itu.  Ternyata, cara inipun menjadikan saya fokus dan mengetahui prioritas.  Semua hal yang berhubungan dengan prestasi yang hendak saya raih adalah prioritas.
Nah, sekarang giliran Anda, tuliskanlah apa prestasi terbaik yang akan Anda torehkan selama hidup di muka bumi? Ingat ya, prestasi terbaik (tertinggi) selama hidup, bukan prestasi tahunan. Tuliskanlah sebanyak-banyaknya kemudian setelah itu rangkumlah menjadi satu kalimat seperti impian saya. Ayo tuliskan! Bila perlu tuliskan di sini agar orang lain tahu dan mendoakan Anda…  Ayo, segera tuliskan sekarang juga prestasi terbaik yang akan Anda torehkan!
Langkah ketiga, keempat, dan kelima akan saya lanjutkan pekan depan. Mengapa? Agar Anda memiliki waktu untuk menuliskan kedua langkah di atas. Jangan tunda, lakukanlah sekarang juga!
Salam SuksesMulia!

http://www.jamilazzaini.com/proposal-hidup-1/